logo blog
Selamat Datang Di Portal Caramemilih
Terima kasih atas kunjungan Anda,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Cara Memilih Jodoh Bibit Bebet Bobot

Cara memilih jodoh-Bibit bebet bobot merupakan istilah jawa ini boleh menjadi pertimbangan dalam memilih jodoh. Apa pengertian dari istilah tersebut?. Bagaimana menyikapi dari istilah tersebut? Perlukah kita mempermasalahkan bibit bebet bobot sebelum menentukan pasangan hidup?

Tema artikel kali ini sedikit berbeda dari yang lalu dimana artikel sebelumnya mengenai komputer dengan asesoris. Seperti pemilihan laptop, modem, software dll.

Memilih Jodoh Bibit Bobot Bebet

Pengertian bibit bebet bobot

Bibit

Bibit dalam pengertian memilih jodoh dari asal usul dari calon pasangan. Lebih dikaitkan dengan keturunan. Dari keluarga ninggrat atau tidak, berdarah biru, pejabat atau orang biasa saja. Lebih parah lagi dari keluarga penjahat, maling dll. Bibit juga dilihat dari fisik calon pasangan seperti cakep ganteng atletis seksi.

Bebet

Bebet dipandang dari segi teman dan lingkungan pergaulan. Dengan siapa calon jodoh bergaul? Orang baik atau bukan? Apakah penjahat atau bajingan? Bergaul dengan teroris atau pejudi dll.
Daerah kadang juga diperhatihkan, linkungan kumuh atau elit.

Bobot

Bobot dipandang dari diri pribadi calon jodoh yang akan dipilih. Cakupan pribadi ini sangat luas. Sebagai contoh watak seseorang, kelakuan baik, kepintaran, jenjang pendidikan yang pernah selesaikan, kedudukan dan pangkat, kekayaan dan pendapatan, gaya hidup sehari-hari.

Perlukah memperhatikan bibit bebet bobot colon jodoh


Jawabannya: Sangat Perlu
Ada yang mengatakan cinta itu buta, memang benar cinta tidak mengenal ruang dan waktu he..he.. maaf terlalu tingi kali, kembali ke topik cinta itu buta, dalam jatuh cinta memang benar kepada siapa saja bisa jatuh cinta. Tapi apakah setiap jatuh cinta akan dijadikan pendamping hidup? Salah besar kalau iya.

contoh sederhana: Kalau jatuh cinta kepada orang telah memiliki suami atau sudah memiliki istri, apakah harus dia dijadikan pendaping hidup? Tentu tidak bukan!

Lalu apa kaitannya dengan bibit bebet bobot? Begini...boleh sependapat boleh juga tidak.
Jatuh cinta boleh saja kepada siapapun, tapi kalau untuk pasangan hidup harus perhatihkan bibit bebet bobot.

Menyikapi bibit bebet bobot

Dalam hal memilih jodoh perlu memperhatikan hal tersebut. Pilihlah yang terbaik dari masing-masing ketiga istilah tersebut sebisa mungkin. Bibit pilih yang berdarah biru ganteng cantik. Bebet pilih yang berteman baik-baik dan dilingkungan baik. Bobot pilih yang pintar kaya, berpribadi baik.

Wah..susah mencari yang demikian bisa bisa ngak kawin nunggu yang begituan?
Kalau yang terbaik tidak dapat cari yang dibawahnya, tapi jangan yang paling bawah.

Emang benar, tidak ada yang sempurna. Tapi setidaknya mencari jodoh carilah yang baik-baik. Tidak terburu nafsu. Berpandangan jauh 5 tahun 10 tahun kedepan dimana anda sudah memiliki keluarga dengan hadirnya buah hati anda, 1 anak atau 2 anak dimana anda sudah memiliki tempat tinggal sendiri. Anda hidup rukun dan damai. Hal itu bisa raih apabila Anda tidah salah memilih jodoh saat ini. Jangan gunakan emosi Anda saat ini karena akan menghancurkan masa depan Anda.

Tapi semua kembali kepada diri sendiri. Semoga dapat membantu.
Enter your email address to get update from Caramemilih.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

4 komentar

Eeeheeeem,,, TQ Atas shareny Gan,,,
Tambah2 pengetahuan :D

Balas

YUp makasih, lanjut

Balas

bubut= hablum minallah

babat= hablum minannas

Balas

Makasih artikelnya semoga bermanfaat.amiiin

Balas

Copyright © 2013. Cara Memilih - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger