Bermacam alasan wanita melaju ke pernikahan dan banyak pula kesalahan menerima ajakan menikah. Suara hati sudah berkata tidak, tapi dibaikan. Jika memang belum yakin, inilah 9 alasan menolak ajakan menikah.
1. Karena kekasih bertekuk lutut
Sulit menolak jika seorang pria berlutut dengan sebuah cincin berlian di hadapan Anda. Semakin besar nilai karat cincin yang dia berikan, semakin sulit seorang perempuan menolak kata "Ya" . Anda memang mencintainya, tapi terkadang belum siap untuk langkah selanjutnya. Bilang saja perlu waktu untuk memutuskan. Tapi jika tidak mencintainya, katakan tidak terus terang. Tidak harus merasa bertanggung jawab untuk menikah karena seseorang mengajakmu menjadi Istri. Jika dia benar-benar milik Anda, pasti kekasihmu akan mengulangi lamaran itu.
2. Anda tergila-gila padanya
Semua orang pernah berada dalam masa indah pacaran. Kekasih Anda terlihat tak ada salah di matamu, dan kalian bak lem tak terpisahkan. Bahkan kalian pun tak pernah bertengkar. Jika ingin pernikahan, maka kalian harus melalui sejumlah perdebatan dan naik turun hubungan. Semua masa itu harus dilalui untuk menguji hubungan dan melihat bagaimana cara kalian memecahkan masalah.
3. Berfikir Anda bisa mengubahnya
Berapa kali Anda mendengar seorang perempuan berkata dia bisa mengubah kekasihnya ketika menikah nanti. Maaf saja, jika Anda berpikir bisa mengubah seseorang, Anda salah besar. Pernikahan adalah tempat pengujian yang salah untuk memperbaiki perilaku seseorang. Siapa dia sekarang dan siapa dia nantinya hanya akan menjadi lebih buruk atau kelihatan ketika kalian menikah. Jika Anda tak bisa menikahi sosoknya sekarang apa adanya, maka hubungan Anda harus diperbaiki dulu baru menikah.
4. Anda benci berkencan
Berkencan itu menyenangkan. Tapi ada pula orang merasa berkencan itu melelahkan. Mereka ingin hubungan stabil, santai, dan memiliki keturunan. Mungkin Anda merasa terlalu tua dan merasa kesepian. Jika Anda lelah berkencan, ubahlah pemikiran tentang berkencan atau berhenti berkencan demi fokus ke diri sendiri. Ketika Anda menemukan diri Anda sendiri, percayalah keajaiban akan datang.
5. Anda merasa nyaman
Ketika Anda sudah mencium banyak katak dan akhirnya bertemu satu pangeran, Anda akan merasa nyaman. Anda berpikir dia adalah orang yang tepat, begitu juga orang tua Anda sehingga rasanya tidak ada yang salah untuk menikah. Terdengar romantis bukan? Tapi itu salah. Hanya karena ia kekasih terbaik yang Anda miliki, bukan berarti ia adalah orang yang tepat untuk Anda. Anda harus jujur dengan diri sendiri dan temukan perasaan sejati tentang kekasih terbaik ini.
7. Anda sudah cukup umur
Jika Anda dikejar-kejar status menikah lalu seseorang datang melamar, tidak berarti langsung diterima. Sebab jika Anda menikah buru-buru karena ingin memiliki anak, maka setelah anak lahir biasanya akan terjadi perceraian. Karena memilih pria yang tepat tidak hanya berguna demi pernikahan tapi juga demi anak-anak.
7. Demi keamanan keuangan
Menikahi pria mapan terdengar menyenangkan. Tapi tanpa cinta dan kasih sayang, pernikahan hanya berujung perceraian. Saat ini pekerjaan tidak menjamin kebahagiaan hidup Anda. Ketergantungan keuangan sangat labil, karena tidak ada jaminan. Nikahi pasangan karena cinta bukan karena uang.
8. Tekanan lingkungan
Anda menjadi satu-satunya yang belum menikah. Hanya karena semua teman Anda sudah menikah sebelum usia 30, bukan berarti Anda harus cepat untuk mencari suami. Atau jawab saja, pria yang tepat belum ada, jadi Anda menikmati hingga saat itu tiba. Anda menikah karena waktu yang tepat untuk Anda, bukan mereka.
9. Anda menginginkan resepsi yang megah
Sebagian besar perempuan bermimpi tentang indah resepsi, bukan pernikahan. Bahkan mereka telah membayangkan mau mengenakan gaun pengantin seperti apa sejak usia 16 tahun. Perempuan biasanya telah memiliki resepsi idaman sudah dirancang dengan detail. Tapi di antara semua detail resepsi, yang mereka butuhkan adalah seorang pria untuk menikah. Jadi terkadang pria yang pertama berusaha mewujudkan impian Anda, langsung mendapat jawaban "Ya" ketika melamar. Ingat ini pernikahan bukan resepsi.
http://www.tempo.co/read/news/2012/06/26/174412905/10-Alasan-Salah-Menerima-Ajakan-Menikah
1. Karena kekasih bertekuk lutut
Sulit menolak jika seorang pria berlutut dengan sebuah cincin berlian di hadapan Anda. Semakin besar nilai karat cincin yang dia berikan, semakin sulit seorang perempuan menolak kata "Ya" . Anda memang mencintainya, tapi terkadang belum siap untuk langkah selanjutnya. Bilang saja perlu waktu untuk memutuskan. Tapi jika tidak mencintainya, katakan tidak terus terang. Tidak harus merasa bertanggung jawab untuk menikah karena seseorang mengajakmu menjadi Istri. Jika dia benar-benar milik Anda, pasti kekasihmu akan mengulangi lamaran itu.
2. Anda tergila-gila padanya
Semua orang pernah berada dalam masa indah pacaran. Kekasih Anda terlihat tak ada salah di matamu, dan kalian bak lem tak terpisahkan. Bahkan kalian pun tak pernah bertengkar. Jika ingin pernikahan, maka kalian harus melalui sejumlah perdebatan dan naik turun hubungan. Semua masa itu harus dilalui untuk menguji hubungan dan melihat bagaimana cara kalian memecahkan masalah.
3. Berfikir Anda bisa mengubahnya
Berapa kali Anda mendengar seorang perempuan berkata dia bisa mengubah kekasihnya ketika menikah nanti. Maaf saja, jika Anda berpikir bisa mengubah seseorang, Anda salah besar. Pernikahan adalah tempat pengujian yang salah untuk memperbaiki perilaku seseorang. Siapa dia sekarang dan siapa dia nantinya hanya akan menjadi lebih buruk atau kelihatan ketika kalian menikah. Jika Anda tak bisa menikahi sosoknya sekarang apa adanya, maka hubungan Anda harus diperbaiki dulu baru menikah.
4. Anda benci berkencan
Berkencan itu menyenangkan. Tapi ada pula orang merasa berkencan itu melelahkan. Mereka ingin hubungan stabil, santai, dan memiliki keturunan. Mungkin Anda merasa terlalu tua dan merasa kesepian. Jika Anda lelah berkencan, ubahlah pemikiran tentang berkencan atau berhenti berkencan demi fokus ke diri sendiri. Ketika Anda menemukan diri Anda sendiri, percayalah keajaiban akan datang.
5. Anda merasa nyaman
Ketika Anda sudah mencium banyak katak dan akhirnya bertemu satu pangeran, Anda akan merasa nyaman. Anda berpikir dia adalah orang yang tepat, begitu juga orang tua Anda sehingga rasanya tidak ada yang salah untuk menikah. Terdengar romantis bukan? Tapi itu salah. Hanya karena ia kekasih terbaik yang Anda miliki, bukan berarti ia adalah orang yang tepat untuk Anda. Anda harus jujur dengan diri sendiri dan temukan perasaan sejati tentang kekasih terbaik ini.
7. Anda sudah cukup umur
Jika Anda dikejar-kejar status menikah lalu seseorang datang melamar, tidak berarti langsung diterima. Sebab jika Anda menikah buru-buru karena ingin memiliki anak, maka setelah anak lahir biasanya akan terjadi perceraian. Karena memilih pria yang tepat tidak hanya berguna demi pernikahan tapi juga demi anak-anak.
7. Demi keamanan keuangan
Menikahi pria mapan terdengar menyenangkan. Tapi tanpa cinta dan kasih sayang, pernikahan hanya berujung perceraian. Saat ini pekerjaan tidak menjamin kebahagiaan hidup Anda. Ketergantungan keuangan sangat labil, karena tidak ada jaminan. Nikahi pasangan karena cinta bukan karena uang.
8. Tekanan lingkungan
Anda menjadi satu-satunya yang belum menikah. Hanya karena semua teman Anda sudah menikah sebelum usia 30, bukan berarti Anda harus cepat untuk mencari suami. Atau jawab saja, pria yang tepat belum ada, jadi Anda menikmati hingga saat itu tiba. Anda menikah karena waktu yang tepat untuk Anda, bukan mereka.
9. Anda menginginkan resepsi yang megah
Sebagian besar perempuan bermimpi tentang indah resepsi, bukan pernikahan. Bahkan mereka telah membayangkan mau mengenakan gaun pengantin seperti apa sejak usia 16 tahun. Perempuan biasanya telah memiliki resepsi idaman sudah dirancang dengan detail. Tapi di antara semua detail resepsi, yang mereka butuhkan adalah seorang pria untuk menikah. Jadi terkadang pria yang pertama berusaha mewujudkan impian Anda, langsung mendapat jawaban "Ya" ketika melamar. Ingat ini pernikahan bukan resepsi.
http://www.tempo.co/read/news/2012/06/26/174412905/10-Alasan-Salah-Menerima-Ajakan-Menikah

0 comments:
Post a Comment